Pacar Teman Satu Kantor

Punya pacar di kantor itu boleh-boleh saja, bahkan banyak dari kawan-kawan saya yang menjalaninya berakhir dengan happy ending di pelaminan. Akan tetapi tulisan berikut tidak akan berkisah tentang kehidupan bahagia para teman-teman yang telah menemukan pasangan hidupnya di lingkungan kerja tetapi berbagai konsekuensi yang perlu dipertimbangkan dalam menjalin hubungan dengan teman kerja.

Jodohmu itu bisa kamu temukan dimana saja. Di dekat rumah, di angkutan umum, di jalanan, di pusat perbelanjaan bahkan di kantor. Jodohmu juga bisa berasal dari kalangan nigrat atau kalangan rakyat jelata. Dia bisa termasuk kelas atas, kelas menengah atau kelas bawah. Jodohmu juga bisa dari berbagai macam latar belakang budaya, pendidikan, kebangsaan dan bahkan agama. Intinya jodohmu itu bisa siapa saja bahkan bisa jadi dia adalah sosok yang kamu sendiri tidak pernah memikirkannya, “Kok kita bisa yah jadi suami istri?”.

Itulah kenapa dibilang jodoh. Dia tidak bisa diduga-duga dan ditebak-tebak. Bisa saja saat pacaran kamu yakin dia jodohmu dan kamu sudah memberi segalanya buat dia dari biaya operasional sampai tubuh kamu eh malah hubungan itu berakhir. Orang yang berpacaran dari bangku sekolah bisa saja kandas dalam menjalani penikahannya atau orang yang baru ketemu tiga bulan bisa menikah dan menjalin kehidupan sampai kakek nenek. Meskipun nasib perjalanan hidup kamu tidak diketahui tapi sebenarnya kamu punya kendali asal kamu dan pasanganmu tidak egois dan mau menang sendiri atau maunya cuma dimengerti terus tapi tidak bisa mengerti orang lain.

Nah dengan demikian hubungan cinta itu begitu cair. Tergantung situasi yang ada. Bisa saja kepribadian kamu berdua ok eh malah muncul orang ketiga nyalip ditikungan dan akhirnya kandas. Makanya butuh komitmen yang kuat dalam menjalaninya, ibaratnya susah senang, untung malang harus dijalani bersama. Jangan saat jatuh miskin dia ditinggal atau pas jadi orang kaya malah punya kesempatan selingkuh. Hubungan percintaan itu ga ada yang sederhana, semuanya rumit. Mungkin kamu bisa bilang kalau hubunganmu sederhana tetapi apakah pasanganmu setuju. Dalam hatinya mungkin dia kesal dengan sikap kamu yang cuek akan tetapi dia mungkin ga enak dan ga berani menyampaikan ke kamu.

Melihat itu semua, tidak terkecuali hal ini bisa menimpamu dengan pasanganmu di kantor. Rasanya memang indah jika kita jatuh cinta dan bertemu dengan si dia setiap hari di kantor. Dari sisi positif hal ini bisa membuatmu lebih produktif dan semangat kerja. Kamu pasti tidak mau membuang waktu sehari untuk bertemu dia kan? Makanya jadi lebih rajin ke kantor, terus penampilan juga rapi, ditambah kalau ke kantor pake jemput si dia, pasti bangunnya lebih pagi. Selain itu kamu juga akan bekerja sebaik-baiknya supaya kamu tetap terus ada di kantor itu bersama dia. Dari segi psikologi, kamu juga lebih sehat. Jika ada masalah di kantor, kamu bisa langsung curhat dan kamu tidak perlu terlalu emosional jika bos kamu rese.

Akan tetapi ada juga resiko yang perlu kamu pertimbangkan. Jika kamu pacaran dengan atasan, semua orang pasti hormat sama kamu tapi apa sungguh-sungguh mereka hormat sama kamu. Bisa saja mereka sebenarnya tidak suka karena meski atasan yang adalah pacar kamu itu orangnya objektif, tetap saja selalu ada konflik kepentingan. Selain itu rekan kerja kamu belum tentu sependapat dengan kamu tetapi karena segan dengan atasan makanya mereka ok saja. Selain itu kamu juga bisa menjadi ajang untuk dimanfaatkan oleh rekan kerja dan tentu saja patut dipertanyakan apakah hubungan kamu dengan sesama rekan kerja bisa tulus atau tidak. Kalau kamu makin sombong sudah pasti jika kamu putus dengan atasanmu, seketika duniamu berubah menjadi mimpi buruk dan siap-siap saja hengkang dari kantor karena makan hati.

Hubungan itu juga tidak selalu mulus. Jika pada akhirnya kamu berdua putus baik dengan atasan atau sesama rekan kerja, kamu juga harus sadar bahwa kamu akan ketemu dengan dia setiap hari. Awalnya semangat, malah jadinya lesu karena setiap hari selalu saja deg-deg-an. Belum lagi teman-teman sesama rekan kerja bergosip dan memanfaatkan kegalauan kamu dengan bertanya-tanya kenapa putus. Jika kamu tidak bijak, yang ada malah kamu menceritakan hal-hal yang buruk untuk membela diri. Alhasil, suasana di kantor bukannya lebih baik malah jadi mimpi buruk. Jangan lupa rekan kerja itu berbeda dengan teman di luar kantor. Mereka bisa sekaligus menjadi saingan untukmu karena suka tidak suka di kantor itu kita berkompetisi. Bisa jadi momen ini digunakan untuk menghambat karir kamu.

Jika kamu tidak bisa mengendalikan emosi, kadang hubungan personal juga bisa berakibat sampai ke kerjaan. Ekstrimnya bisa saling adu mulut di kantor atau saling cari kubu, padahal bagi para gosiper ini jadi momen seru buat mereka. Selain itu bertemu setiap hari dengan mantan juga tidak sehat dan kamu jadi kepo setiap hari. Memeriksa status facebooknya aja sudah menderita, apalagi setiap hari ketemu, ibarat kena bom setiap saat. Kapan bisa move on kalau begini terus? Hasilnya kamu malah cari tempat pelarian. Buru-buru cari pacar untuk mengisi kekosongan di diri kamu, setelah itu langsung posting ke sosial media kalau kamu sudah move on dan lain-lain. Gawatnya lagi kalau pacar baru kamu teman satu kantor, sudah deh kena tsunami.

Apa yang perlu kamu lakukan untuk mencegah hal ini? Saran saya pacaran itu biasa saja. Jangan terlalu tampil ke panggung untuk menunjukkan bahwa kamu pasangan teromantis sepanjang jaman, setiap saat selalu bersama bahkan makan saja suap-suapan di depan rekan kerja. Hal ini saya alami sendiri saat saya menyaksikan pasangan abadi sepanjang jaman di sebelah kantor tempat saya bekerja. Ketika terkena musibah, yang ada malah teriak-teriak di koridor dan hasilnya jelas semua orang jadi tahu kalau mereka putus. Selain itu jangan pernah curhat dengan teman kantor jika kamu putus. Curhat dengan orang yang tidak ada hubungannya dengan pacar kamu meski pun menyakitkan dan kamu ingin sekali menumpahkan unek-unek. Kalau ada teman kantor yang bertanya, coba bersikap baik dan katakan kalau kamu sudah putus dengan baik karena ada perbedaan. Tidak usah terlalu spesifik dengan deskripsi, yang ada malah kamu kena provokasi orang kepo. Kalau mereka bilang, lho kok si dia bilang kalau kalian berdua putus karena ini dan itu dan lalala…, coba bersikap tenang dan bilang bahwa kamu berdua putusnya baik. Ini penting kamu lakukan karena jika dia menceritakan hal-hal buruk ke kamu dan kamu tidak menanggapinya, malah kamu akan keluar sebagai pemenang.

Demikianlah hubungan itu, tidak ada yang bisa menjamin kalau hubungan percintaan itu akan tetap abadi. Selalu ada faktor-faktor yang membuat kamu berdua atau salah satunya goyah dan kemudian mengevaluasi apakah hubungan ini sudah tepat. Kalau tidak tepat pada akhirnya adalah putus. Jadi, punya pacar sesama rekan kerja itu sah-sah saja asal kamu bijak dalam menjalaninya. Sukses selalu.

Mas Gandeng

Tulisan Terkait

Pacaran Beda Agama
Aku Ingin Berhubungan Seksual
Selalu Ada yang Lain
Jodoh di Tanganku
The do’s and don’ts of Office Romance

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: