Pacaran dan Komunikasi yang Sehat

 

Placeholder Image

Pacaran itu adalah kesempatan kamu untuk mengenal satu sama lain dengan lebih baik. Pacaran itu sangat berguna dan akan berdampak positif bagi kehidupan pernikahanmu nanti jika kamu melakukan pacaran tersebut secara sehat. Pacaran secara sehat itu dimulai dari rasa tertarik antara kamu dan dia dan dari ketertarikan itu muncul kesempatan untuk saling mengenal satu sama lain dengan lebih baik. Untuk mengenal satu sama lain kamu memerlukan komunikasi yang sehat dan terbuka untuk belajar memahami orang lain. Untuk itu dalam berpacaran masing-masing dari kamu diajak untuk saling mengenal dan memahami perbedaan masing-masing. Akan tetapi banyak pemikiran keliru seolah-olah pacaran adalah ajang untuk melakukan hubungan seksual. Kamu perlu memahami batasan-batasan untuk mengenal pasanganmu saat berpacaran karena pacaran tidak sama dengan mengenal secara anatomis. Jika kamu berpikir bahwa pacaran itu sama dengan melakukan hubungan seksual maka kamu salah kaprah. Pacaran yang sehat adalah memahami masing-masing dengan lebih baik dan disitu dibutuhkan suatu komunikasi yang sehat.

 

Komunikasi yang sehat penting dalam menjalin relasi antara kamu dan dia. Tanpa adanya komunikasi, kamu kehilangan makna berpacaran yaitu untuk mengenal satu dengan lain. Di jaman modern saat ini, kamu tentu tidak akan kesulitan untuk berkomunikasi dengan pacarmu. Tinggal duduk dibelakang komputer, atau sambil belajar di kamar, kamu bisa terus berkomunikasi dengan dia. Ada banyak alat komunikasi yang bisa kamu gunakan untuk tetap berhubungan dengannya dan tentu saja mengobati kerinduan saat kamu jauh. Kamu bisa menggunakan email, handphone, sms, dan chatting dengan berbagai aplikasi yang tersedia di telepon pintar atau komputer kamu. Semua tersedia, tinggal klik nama dia dan seketika itu semua menjadi terhubung. Di belahan dunia manapun, kamu dan dia tetap terasa dekat.

Coba kita bayangkan bagaimana orang tua atau kakek nenek kamu saat berpacaran dulu. Ibu saya bercerita tentang hubungan jarak jauh dengan ayah saya yang saat itu bekerja di Jakarta. Saat itu ibu saya tinggal di Lampung dan biaya telepon untuk sambungan jarak jauh sangat mahal. Untuk menerima kabar dari Jakarta dibutuhkan sekitar satu sampai dua minggu lewat surat menyurat. Kamu bisa bayangkan setiap bulan hanya bisa berkomunikasi satu sampai dua kali. Semenjak Samuel Morse menemukan cara berkomunikasi lewat telegram pada tahun 1837, komunikasi seakan menjadi lebih mudah akan tetapi sampai dengan tahun 90-an di Indonesia telegram tetap menjadi barang yang mahal. Saya masih sempat membaca telegram duka dari lampung untuk ibu saya yang dikirimkan oleh adiknya. Telegram itu berbunyi singkat dan jelas, “Mama meninggal titik dikubur Selasa titik Joni”. Semakin banyak huruf maka semakin mahal biaya yang dikeluarkan. Sama halnya dengan telepon, semenjak ditemukan tahun 1876 oleh Alexander Graham Bell, sambungan telepon di tahun 90-an adalah barang yang mahal. Kamu tidak bisa leluasa berbicara panjang lebar lewat telepon kecuali kamu punya uang yang banyak.

Jaman kita sangat berbeda dengan jaman orang tua kita. Di jaman dulu, komunikasi begitu berharga karena secara keuangan bisa dibilang mahal. Jaman sekarang pun komunikasi tetap berharga meski tidak semahal komunikasi jaman dulu. Maksud dari komunikasi jaman sekarang dibilang berharga adalah komunikasi yang sehat. Kadang kita kebablasan berkomunikasi dengan pasangan kita dan lupa bahwa pacaran yang sehat itu tidak sama dengan seks. Dengan teknologi yang berkembang saat ini, kamu punya kesempatan untuk mengirimkan foto-foto telanjang, video-video seks dan lain-lain. Hasilnya bukannya pacaran yang sehat yang kamu temukan, malah kamu mengobral tubuh kamu di dunia maya dan bisa diakses di seluruh dunia. Untuk itu kamu perlu bijak dalam menggunakan sarana komunikasi. Akses komunikasi modern bisa memberi kamu sejuta kesempatan untuk bisa mengenal pasanganmu secara sehat jika kamu bijak menggunakannya dengan penuh tanggungjawab dan kedewasaan. Oleh sebab itu pacaran dibilang sehat jika kamu menggunakan komunikasi secara sehat dengan penuh tanggungjawab.

Mas Gandeng

 

Advertisements

7 comments

  1. Tulisannya benar2 inspiratif mas, tp ini sebenernya iklan Telkomsel yah?

    Liked by 1 person

    1. Tulisan ini diperlombakan untuk ‘kompetisi Bercerita Telkom’. Kalau mau ikutan dan minat bisa akses link ini untuk informasi lomba. http://idblognetwork.com/microsite/indonesiamakindigital?refid=120

      Like

  2. Mas gandeng,tulisannya bagus!😂😂

    Liked by 1 person

    1. Thanks Audrey sudah membaca tulisan ini.

      Like

  3. Bahasa mas gandeng selalu meng-gandeng loh~ kekinian banget. Dan pembahasan kali ini terjadi sama aku dan doi. Kalo lagi mudik ke Aceh, doi di Jakarta kita ga worry karna ada telkomsel yang tetap menjaga komunikasi kita yang bahkan bisa videocall terus. Jadi ga terasa kangeennya dehh..
    (Loh kok curhat) ✌

    Liked by 1 person

  4. Genesis · · Reply

    Keren tulisannya mas gandeng. Bahasanya lugas dan mudah dimengerti. Terimakasih sudah mengembalikan arti pacaran sebenarnya yang sudah absurd arti dan bentuknya di jaman sekarang.

    Like

  5. Benar banget, komunikasi itu penting untuk lebih mengenal lawan jenis, tentunya komunikasi yang sehat..,!Mampir juga ke blog aku ya..,! http://www.yellsaints.com/2016/11/ldr-saja-dulu-kita.html

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: