Pelecehan Seksual

150212-sexualharassment-stock

money.usnews.com

Hari ini saya membaca sebuah berita di kompas mengenai pelecehan seksual terhadap perempuan yang dilakukan di Kereta Rel Listrik (KRL) (baca: Dilecehkan di KRL dalam Perjalanan ke Stasiun Manggarai, Perempuan Ini Tampar Pelakunya). Tulisan yang saya buat ini mungkin membosankan karena lebih teoritis buat kamu, tetapi ini penting agar kamu mengetahui apa itu pelecehan seksual. Di tulisan-tulisan berikutnya, saya akan membuat tulisan yang lebih sederhana dengan situasi yang kamu temui sehari-hari.

Apakah kamu tahu apa itu pelecehan seksual? Menurut Equal Employment Opportunity Commission (EEOC), pelecehan seksual itu adalah gerakan seksual yang tidak diinginkan, permintaan akan layanan seksual, dan tindakan verbal atau fisik yang bersifat seksual. Pelecehan seksual itu tidak harus bersifat seksual, tetapi dapat mencakup pernyataan ofensif tentang seks seseorang. Contoh, melecehkan seorang perempuan dengan membuat komentar ofensif tentang perempuan pada umumnya, seperti perempuan itu tugasnya memberi kepuasan seksual buat laki-laki atau berperilaku sexism, contohnya laki-laki menganggap bahwa perempuan terlalu emosional dan perempuan menganggap laki-laki terlalu agresif.

Baik korban dan pelaku pelecehan itu kedua-duanya bisa laki-laki atau perempuan  dan baik korban dan pelaku bisa mempunyai jenis kelamin yang sama. Contoh para pelaku pelecehan seksual di tempat kerja bisa supervisor, supervisor di departemen lain, sesama rekan kerja atau seseorang yang bukan pekerja di tempat itu seperti klien atau pengguna jasa. Begitu pun dengan pelaku seksual di kampus, di transportasi umum, dan seterusnya, adalah orang-orang yang ada di sekitar kita. Jadi perlu kamu ketahui bahwa para pelaku pelecehan seksual itu bukan laki-laki dan korbannya perempuan, tetapi juga sesama perempuan dan sesama laki-laki bisa menjadi pelaku pelecehan seksual. Hal ini penting kamu sadari agar kamu paham bahwa kamu bisa sekaligus adalah pelaku pelecehan seksual dan korban pelecehan seksual.

Satu kata penting kenapa disebut pelecehan karena ada kata kunci di dalam definisi pelecehan seksual yaitu, ‘tidak diinginkan’. Kata tidak diinginkan bukan berarti pemaksaan. Akan tetapi bisa diartikan bahwa korban dapat menyetujui perilaku itu bahkan ikut berpartisipasi di dalamnya dan mereka berpikir itu pantas. Kalau kamu bingung, saya akan memberi contoh. Pernah tidak kamu mengalami teman atau rekan kerja bergurai masalah seks. Ekstrimnya begini, ada seorang perempuan berjilbab yang baru pacaran. Teman kamu bertanya sudah sampai sejauh apa pacarannya dan perempuan itu menjawab bahwa kemarin malam keningnya dicium. Lama kelamaan teman-temannya mulai bergurau dengan candaan seksual seperti “Ciumannya dimulai dari kening kemudian ke bibir atas dan ke bibir bawah”, dan candaan lainnya. Perempuan itu mungkin tertawa dan ia menerima sebagai gurauan, akan tetapi hal itu masuk dalam pelecehan seksual.

maxresdefault

Sexual Harassment Attorney Los Angeles – Owen, Patterson & Owen Employment Lawyers

Dibawah ini adalah daftar tentang bebagai pelecehan seksual yang perlu kamu ketahui. Jenis pelecehan seksual antara lain meliputi; pelecehan seksual dengan kata-kata (verbal), pelecehan seksual tanpa kata-kata (non-verbal), dan pelecehan seksual secara fisik.

Pelecehan seksual dengan kata-kata (verbal)

  • Menunjuk atau menyebut orang dewasa sebagai seorang cewek (girl), cowok (hunk), boneka, sayang (babe), atau madu (honey). Contohnya kamu memanggi teman kerjamu, “Cowok sini dong!”, “Boneka Barbie ku, cantik sekali pagi ini!”, “Babe, kemana aja?”, dan seterusnya.
  • Bersiul pada seseorang. (Baca: Bersiul Menggoda Perempuan adalah Tindakan Kriminal).
  • Cat Calls contohnya, “Hai cowo gangguin kita dong!”, “Mau kemana neng malam-malam?”, “Sini neng deketin abang biar abang tepuk pantatnya”, “Kok cemberut amat?”, dan lain-lain.
  • Pernyataan seksual tentang pakaian seseorang, bentuk tubuh, atau penampilan. Contohnya, “Si Santy baru melahirkan keliatan seperti hot moms banget, toketnya kenceng”.
  • Godaan, gurauan, komentar, atau pertanyaan seksual yang tidak diinginkan. Contohnya, “Ah loe sok jijik, paling juga kalau udah dimasukin ketagihan!”.
  • Mengubah tema pembicaraan menjadi topik seksual. Contohnya saat kamu sedang membicarakan pekerjaan tiba-tiba topiknya beralih ke hal-hal seksual.
  • Bertanya tentang fantasi seksual kamu, pilihan, atau sejarah seksual kamu.
  • Bertanya pertanyaan personal tentang kehidupan sosial dan seks.
  • Mengeluarkan suara seperti berciuman, mengaum, atau mengecap-ngecap bibir (smacking lips).
  • Berulang kali mengajak seseorang yang tidak tertarik pada kamu.
  • Berbicara bohong atau bergosip tentang kehidupan seks seseorang.
  • Mendesak untuk bertemu padahal dia tidak menginginkannya.
  • Surat, panggilan telepon, atau bahan-bahan bersifat seksual yang tidak diinginkan. Contohnya saat kamu menelepon rekan kerjamu dengan memanggilnya sayang.
  • Pernyataan seksual.
  • Sindiran-sindiran atau cerita-cerita seksual.
  • Tanda bernada seksual.

Pelecehan seksual tanpa kata-kata (non-verbal)

  • Melihat orang dari atas ke bawah seperti kamu sedang memeriksa tubuhnya.
  • Menatap seseorang.
  • Menghalangi jalan seseorang secara sengaja.
  • Berkeliaran di sekitar seseorang.
  • Mengikuti seseorang.
  • Memberikan hadiah yang bersifat pribadi seperti pakaian dalam Victoria Secret, dan lain-lain.
  • Penampilan dan gerakan seksual yang tidak diinginkan.
  • Membuat gerak-gerik seksual dengan tangan  atau lewat gerakan tubuh.
  • Membuat Ekspresi wajah, mengedip, throwing kisses, atau menjilat lidah.

Pelecehan seksual secara fisik

  • Memberi pijatan di leher atau di pundak.
  • Menyentuh pakaian, rambut, atau tubuh.
  • Memeluk, mencium, menepuk, atau membelai.
  • Menyentuh atau menggosok diri secara seksual terhadap orang lain. Contohnya menggosok alat kelamin.
  • Berdiri sangat dekat atau menggosok seseorang.
  • Tindakan atau percobaan pemerkosaan atau penyerangan seksual.
  • Desakan yang tidak diinginkan untuk kenikmatan seksual.
  • Sentuhan, bersandar, menyudutkan, atau mencubit yang tidak diinginkan.

 

Sekarang kamu tahu seperti apa pelecehan seksual itu dan setiap dari kamu tanpa kamu sadari atau tidak sadari bahkan secara sengaja atau tidak sengaja, kamu pasti pernah menjadi pelaku dan korban. Akan tetapi perlu kamu ingat bahwa jika kamu tidak berniat melakukan pelecehan seksual, ada baiknya kamu meminta maaf. Hal ini pun berlaku jika kamu dengan tidak kamu sadari melakukan pelecehan seksual, kamu juga perlu meminta maaf. Contohnya, ketika kamu bertemu rekan kerja tanpa sengaja kamu menyapa dia sambil menyentuh pundak. Rekan kerjamu terlihat tidak senang dengan apa yang kamu lakukan meskipun menyentuh pundak di kebudayaanmu adalah hal yang normal dan menunjukkan bahwa kamu berteman dengannya. Ada baiknya kamu minta maaf.

Secara singkat saya akan simpulkan demikian, mungkin saat kamu melihat contoh-contoh di atas adalah hal yang lumrah. Bagi orang Inggris contohnya hal normal untuk bilang, “May I have sit here, love!” tetapi bagi orang asia kata itu dipahami, “Bolehkah aku duduk di sini, sayang?”. Bagi orang Inggris dan Asia kata “love” punya makna berbeda. Jika budaya kamu tanpa sengaja terbawa di kebudayaan orang lain maka katakan maaf. Atau ketika kamu berdesak-desakan di KRL yang sangat penuh. Di depan kamu ada seorang perempuan dan tanpa sengaja alat kelamin kamu menyentuh bokong si perempuan. Jika kamu berada dalam situasi ini maka katakan maaf dan berusaha mengubah posisi untuk menunjukkan kamu tidak punya niat. Akan tetapi sayangnya orang kita itu pertama tidak peka dan tidak mudah meminta maaf. Jadi mulai sekarang kamu harus peka dan belajar meminta maaf.  Atau memang kamu sengaja ingin melecehkan seseorang.

Mas Gandeng

Advertisements

2 comments

  1. […] dan pelecehan oleh guru saat saya mengenyam pendidikan dasar dan menengah tingkat pertama adalah hal lumrah […]

    Like

  2. […] mereka atau sekedar memuaskan dorongan seks. Ada yang sukses tetapi ada yang berakhir dengan pelecehan seksual. Saya akui kadang saya merasa kesepian hidup di kapal karena jauh dari keluarga dan teman-teman di […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: